Sep 22, 2006
Masihkah mau nawar kalo berbelanja???

Gue kaget ketika membaca artikel yang ada di http://jilbab.or.id/index.php?option=content&task=view&id=567&Itemid= , berikut petikan artikel tsb yang bikin gue kaget..
awal petikan :

7. Abdullah bin Umar Radhiallahu Anhu

Diriwayatkan dari Qasim bin Abu Bazzah, ia berkata, "Aku diberitahu oleh orang yang mendengar Ibnu Umar radhiallahu anhu membaca ayat,

'Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?' (Qs. Al Muthaffifiin: 1-6)

Ibnu Umar lalu menangis hingga tersungkur, dan setelah itu ia enggan untuk membaca ayat tersebut."

:akhir petikan
Astaghfirullah, praktek2 seperti itu  - minta dilebihkan takaran atau mengurangi takaran - sangat banyak terjadi dalam masyarakat kita dan mungkin sekali kita pernah melakukan salah satunya....
Mungkin ini termasuk salah satu dari penyebab hilangnya berkah di negeri ini, kekayaan melimpah tapi kemiskinan menjamur...




Posted at 03:52 pm by ashsixtwelve
Make a comment  




Sep 8, 2006
Memahami dunia

Waktu buka-buka artikel di almanhaj.or.id, menemukan sebuah artikel yang di dalamnya ada ayat berikut :
"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” [Huud : 15-16]"
Namun banyak yang memahami bahwa untuk meraih kebahagiaan akhirat  maka harus meninggalkan dunia seperti orang-orang sufi yang sok zuhud.
Maka yang baik -insyaAllah- adalah bersikap tengah-tengah, dunia adalah sarana menggapai kebahagiaan akhirat jadi bagaimana mungkin kita meninggalkannya sama sekali. Seperti yang dicontohkan oleh teladan kita Rasuluulah Shalallahu 'Alaihi wassalam, beliau Shalallahu 'Alaihi wassalam berdagang dan juga beribadah, beliau Shalallahu 'Alaihi wassalam puasa dan juga berbuka, beliau Shalallahu 'Alaihi wassalam shalat malam dan juga tidur.
Cukup beliau Shalallahu 'Alaihi wassalam sebagai teladan kita.
Jadi setelah baca ayat di atas, apakah masih heran kalo di dunia ada orang yang sangat kaya raya dan sangat miskin kin.....????
insyaAllah yang baik adalah bahagia dunia dan bahagia akhirat seperti do'a yang biasa kita panjatkan di akhir shalat fardhu.
"Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa neraka"
KAYA di dunia dan TIDAK LUPA beramal untuk akhirat
kejarlah kekayaan dunia untuk kebahagiaan akhirat.
gmana menurut sampeyan2???



Posted at 09:06 pm by ashsixtwelve
Make a comment  




Sep 6, 2006
Penasehat yang penuh kasih sayang

nasehat bagi diri sendiri khususnya dan teman2 umumnya, semoga qita dapat mengambil ibrah dari kisah berikut ini yang saya copy paste dari http://jilbab.or.id
tanpa edit dari saya....
=====================
Penasihat yang Penuh Kasih Sayang   Print  E-mail 
Written by Aisyah  

Sunday, 27 July 2003

Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsuary Rahimahullah bahwa Abu Dzar Radhillahu anhu berdiri di sisi Ka'bah seraya berkata : '' Wahai Manusia, saya adalah Jundab Al-Ghifary Sahabat Rasulullah Shollalahu 'Alayhi wa Sallam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.'' Maka tatkala mereka berkumpul disekelilingnya, Abu Dzar bertanya: ''Bukankah kalian tahu bahwa jika salah satu di antara kalian ingin berpergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan menyampaikannya ke tempat yang ia tuju?''

Mereka menjawab: ''Benar, memang demikian seharusnya wahai Abu Dzar.''

Abu Dzar pun berkata: ''Jika demikian, maka ketahuilah bahwa perjalanan di hari kiamat lebih jauh dari apa yang kalian tuju di dunia ini, maka ambillah bekal yang dapat menyelamatkan kalian.''
Mereka bertanya: ''Apakah bekal yang layak kami persiapkan untuk perjalanan tersebut wahai sahabat Rasulullah Shollalahu 'Alayhi wa Sallam?'' Beliau menjawab: ''Berhajilah kalian untuk menghadapi urusan yang agung, shaumlah kalian di hari yang panas untuk menghadapi lamanya berdiri di padang Mahsyar dan sholatlah dua rekaat di kegelapan malam karena kubur itu menakutkan.'' Mereka berkata: ''Semoga Allah membalas kebaikanmu wahai Abu Dzar, tambahkanlah nasihat anda untuk kami.''

Lalu beliau menambahkan: ''Berkatalah dengan ucapan yang baik dan jangan tanggapi ucapan buruk untuk menghadapi saat sendiri di padang Mahsyar, bersedekalah dengan hartamu, agar kalian selamat dari kesusahan di hari itu.''

Mereka berkata: ''Alangkah bagusnya nasehat anda wahai sahabat Rasulullah, teruskanlah nasihat ini!'' Beliau melanjutkan: ''Jadikan dunia untuk majelis dua hal, majelis untuk memburu akhirat dan majelis untuk mencari yang halal. Adapun yang ketiga, akan mendatangkan kemadharatan dan tiada memberikan manfaat bagimu. Jadikan harta milikmu menjadi dua bagian. Bagian pertama sebagai nafkah yang halal bagi keluargamu dan bagian kedua untuk bekal akhiratmu, selain itu akan mendatangkan madharat bagimu dan tidak akan memberikan manfaat padamu.'' Wahai manusia, bisa jadi rasa tamak dapat membunuhmu sedangkan kamu tak mampu mencegahnya.''

Sahabat yang agung ini telah menunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya, mengutaraakan dengan tegas kalimat yang benar dimanapun beliau berada. Dalam nasihatnya, beliau mengaitkan antara ibadah dengan akhlak. Beliau menyalurkan harta pada tempat yang tepat, ikut andil dalam memperbaiki masyarakat, memenuhi kebutuhannya dan melarang kebakhilan, menumpuk harta dan mengabdi kepada harta

Sudah semestinya pedapatan itu berasal dari yang halal, kemudian digunakan untuk nafkah yang wajib atau sedekah jariyah demi terealisasinya takaful ( bahu-membahu) dan keseimbangan dalam masyarakat muslim, sedangkan selain harta yang demikian itu maka akan mendatangkan madharat dan tiada manfaat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'Ala yang artinya :

''Dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri dan Allah-lah yang maha kaya sedangkan kamulah orang yang berkehendak (kepada-Nya).'' (Muhammad : 38)

Demikianlah nasehat dari saudara yang menasihati dengan penuh kasih sayang sebagaimana yang digambarkan Abu Dzar sendiri. Beliau menasihati mereka untuk berbekal taqwa dan amal shalih. Lalu beliau memberikan rincian bekal yang bermanfaat bagi mereka, yakni ibadah yang khusyu' dan tulus, menjauhi bencana lisan, mengarahkan semangat untuk mendapatkan yang halal, atau beramal untuk akhirat. Sungguh tidak ada lagi kejujuran, nasihat dan kasih sayang yang lebih besar dari itu

Diambil dari Kitab Haakadza.. Tahaddatsas Salaf , Dr. Musthafa Abdul Wahid

===============================================
source link : http://jilbab.or.id/index.php?option=content&task=view&id=107&Itemid=59


Posted at 05:55 pm by ashsixtwelve
Make a comment  




Aug 11, 2006
sederhana yang rumit

manusia tak lepas dari yang namanya masalah, entah masalah kecil atau besar, ecek2 atau berbobot (dih masalah aja kok ada bobotnya ya?)

seperti yang gw alami beberapa bulan ini

sebenarnya masalahnya sederhana tapi kok sepertinya jadi rumit? nah loh gimana bisa begitu ya

Ya apakah gw pelu memasukkan masalah gw nih ke kategori masalah yang berbobot atau tidak, karena dari situ kan bisa ditentukan nantinya langkah2 apa yang akan diambil untuk memecahkannya atau gw bisa menentukan skala prioritas dari masalah2 gw yang lain...

halah....kok ya bisa rumit begini toh, ini namanya memecahkan masalah dengan membuat masalah

bagaimana menurut sampeyan???


Posted at 05:39 pm by ashsixtwelve
Comments (2)  




Aug 7, 2006
Coba coba bikin blog(gratisan)

Iseng iseng bikin blog (gratisan).....

Belum sanggup euy bikin sendiri :D

Ya..postingan perdana gini aja dulu yah, lagi mempelajari fitur yang ditawarkan oleh blogdrive.com


Posted at 06:58 pm by ashsixtwelve
Make a comment  







   





<< August 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31






Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here: