Waktu buka-buka artikel di almanhaj.or.id, menemukan sebuah artikel yang di dalamnya ada ayat berikut :
"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia
dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah
orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali Neraka dan
lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan
sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” [Huud : 15-16]"
Namun banyak yang memahami bahwa untuk meraih kebahagiaan akhirat
maka harus meninggalkan dunia seperti orang-orang sufi yang sok zuhud.
Maka yang baik -insyaAllah- adalah bersikap tengah-tengah, dunia adalah
sarana menggapai kebahagiaan akhirat jadi bagaimana mungkin kita
meninggalkannya sama sekali. Seperti yang dicontohkan oleh teladan kita
Rasuluulah Shalallahu 'Alaihi wassalam, beliau Shalallahu 'Alaihi
wassalam berdagang dan juga beribadah, beliau Shalallahu 'Alaihi
wassalam puasa dan juga berbuka, beliau Shalallahu 'Alaihi wassalam
shalat malam dan juga tidur.
Cukup beliau Shalallahu 'Alaihi wassalam sebagai teladan kita.
Jadi setelah baca ayat di atas, apakah masih heran kalo di dunia ada orang yang sangat kaya raya dan sangat miskin kin.....????
insyaAllah yang baik adalah bahagia dunia dan bahagia akhirat seperti do'a yang biasa kita panjatkan di akhir shalat fardhu.
"Ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa neraka"
KAYA di dunia dan TIDAK LUPA beramal untuk akhirat
kejarlah kekayaan dunia untuk kebahagiaan akhirat.
gmana menurut sampeyan2???
Posted at 09:06 pm by ashsixtwelve